Cooperative Learning Dalam PAKEM

Pembelajaran kooperatif atau gotong royong adalah salah satu jenis belajar kelompok dapat menjadikan pembelajaran lebih efektif, adapun karakteristik kooperatif sebagai berikut:

  1.  Kelompok terdiri dari anggota yang heterogen (kemampuan, jenis kelamin, etnik dan sebagainya).
  2. Ada ketergantungan yang positif di antara anggota-anggota kelompok, karena setiap anggota kelompok bertanggung jawab atas keberhasilan tugas kelompok dan tugas individual (tugas tidak selalu berupa tugas mengerjakan soal, dapat juga memahami materi pelajaran, sehingga dapat menjelaskan materi tersebut).
  3. Kepemimpinan dipegang bersama, tetapi ada pembagian tugas selain kepemimpinan.
  4. Guru mengamati kerja kelompok dan melakukan intervensi bila perlu.
  5. Setiap anggota kelompok harus siap menyajikan hasil kerja kelompok (Setiawan, Depdiknas: 2004).


Nurhadi dan Agus Gerrad S (2003:60) menyatakan bahwa pembelajaran kooperatif (Cooperative Learning) secara sadar menciptakan interaksi yang silih asah sehingga menjadi sumber bagi siswa bukan hanya guru dan bukan hanya buku ajar tetapi juga sesama siswa.

Dalam PAKEM, kooperatif juga disajikan dalam bentuk kelompok yang menjadikan siswa lebih aktif dalam ketergantungan positif, dimana guru menciptakan suasana yang mendorong agar siswa merasa saling membutuhkan, saling ketergantungan mencapai tujuan, menyelesaikan tugas, saling memberikan bahan atau sumber, saling berperan, saling membagi hadiah.

Kooperatif dengan interaksi tatap muka juga dapat membantu menjadi sumber belajar yang bervariasi, selain itu kooperatif juga dituntut dalam penilaian individual meskipun belajar dalam berkelompok dan kooperatif merupakan pembelajaran keterampilan sosial seperti tenggang rasa, sikap sopan terhadap teman, mengkritik ide, berani mempertahankan pikiran logis, tidak medominasi orang lain dan mandiri.

Holubec ( 2001 ) dalam Nurhadi dan Agus Gerrad S ( 2003: 59 )
menyatakan bahwa pembelajaran kooperatif (Cooperative Learning)
memerlukan pendekatan pengajaran melalui penggunaan kelompok kecil siswa untuk bekerja sama dalam memaksimalkan kondisi belajar dan mencapai tujuan belajar.

Salah satu metode kooperatif yang lebih mudah untuk diterapkan adalah kooperatif struktural, yaitu menekankan pada struktur-struktur khusus yang dirancang untuk mempengaruhi pola-pola interaksi siswa. Dimana siswa saling merespon dan saling membantu satu sama lain.

Adapun secara garis besar langkah dalam melaksanakan kooperatif struktural adalah sebagai berikut:

  1.  Membagi kelompok dengan memberikan penomeran atau pengenal pada kelompok.
  2. Memberikan pertanyaan atau memberi perintah untuk memahami teks atau materi sesuai dengan kompetensi yang dicapai.
  3. Membahas pertanyaan atau memberikan kesempatan untuk bertukar ide pada teks yang telah dipahami untuk dipecahkan bersama (Nurhadi, 2003:66).

Posted on 23 Juli 2011, in PAKEM. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: